Bupati Ketapang Resmikan Instalasi Pengelohan Air Mulia Baru, Dirancang Layani 16 Ribu Pelanggan

oleh -19 Dilihat
Bupati Ketapang Alexander Wilyo hadir dalam peresmian IPA PDAM Kabupaten Ketapang.

RUANG.IO, KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo meresmikan Instalasi Pengelohan Air (IPA) dari anggaran penyertaan modal daerah (PMD-1) Mulia Baru, Rabu 18 Februari 2026. IPA tersebut berkapasitas 20 liter per detik dan dirancang untuk melayani 16 ribu pelanggan.

Saat ini, kata Alex, layanan air bersih baru teraliri di wilayah Kecamatan Delta Pawan dan Benua Kayong.

Ke depan, pihaknya menargetkan perluasan jaringan agar dapat menjangkau hingga ke Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Kecamatan Matan Hilir Utara. Sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Meski demikian, ia tak menampik dengan IPA yang baru diresmikan tersebut, masih jauh dari kebutuhan riil masyarakat. Yakni dengan estimasi sekitar 35 ribu sambungan baru yang masih dibutuhkan.

“Pembangunan infrastruktur dasar air bersih memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus menjadi prioritas. Pelayanan yang diberikan adalah pelayanan dengan kualitas air bersih untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya saat kegiatan peresmian.

Walaupun belum dapat dikatakan sebagai air siap minum, Alex mengaku, masyarakat dapat memperoleh ketersediaan air bersih yang layak untuk mendukung aktivitas rumah tangga dan meningkatkan kualitas hidup.

“Peresmian ini menjadi bukti keseriusan kita dalam melayani masyarakat. Akhirnya kita bisa berbuat dan menunjukkan bahwa pemerintah daerah benar-benar hadir menjawab kebutuhan dasar warga, sejalan dengan visi ‘Pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang maju dan mandiri,” ucapnya.

Alex menambahkan, Perumda Tirta Pawan diminta agar lebih peka dan responsif terhadap keluhan masyarakat. Setiap gangguan distribusi, kualitas air, maupun persoalan administrasi, harus ditangani dengan cepat, tepat, dan penuh tanggung jawab.

“Bangun sistem pelayanan yang responsif, komunikatif, dan solutif. Jangan menunggu persoalan membesar baru ditindaklanjuti. Jangan sampai persoalan teknis kecil harus langsung sampai ke pimpinan daerah. Setiap laporan masyarakat harus diselesaikan secara berjenjang dan profesional,” tegasnya.