Munas XVI PB IPSI 2026, Alexander Wilyo Tegaskan Komitmen Majukan Pencak Silat Kalbar ke Kancah Dunia

oleh -50 Dilihat
Momen kebersamaan Ketua IPSI Kalbar Alexander Wilyo bersama Presiden RI sekaligus Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, dalam Munas XVI PB IPSI 2026.

RUANG.IO, KETAPANG – Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Barat, Alexander Wilyo, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Pengurus Besar IPSI Tahun 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu 11 April 2026.

Kehadiran Alexander Wilyo yang juga dikenal dengan gelar Pendekar Wira Utama tersebut membawa semangat penguatan pembinaan atlet pencak silat di daerah yang selaras dengan visi dan program IPSI pusat.

Munas XVI PB IPSI berlangsung istimewa dengan kehadiran Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kehadiran Presiden Prabowo dinilai menjadi motivasi besar bagi seluruh pengurus IPSI di berbagai daerah untuk terus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Alexander mengaku bangga dan bersyukur dapat menghadiri forum tertinggi organisasi pencak silat tersebut serta mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kegiatan Munas.

“Kehadiran Bapak Prabowo Subianto menjadi energi besar dan semangat baru bagi kami di daerah. Hal ini memacu kami untuk terus memperkuat pembinaan, menjaga nilai persaudaraan, serta memajukan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang diakui dunia,” ujar Alexander.

Sebagai Ketua IPSI Kalimantan Barat, Alexander menegaskan komitmennya untuk terus menyelaraskan kebijakan organisasi di daerah dengan arah kebijakan pusat. Menurutnya, pembinaan atlet usia muda menjadi salah satu fokus utama agar pencak silat tetap dicintai generasi muda dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat internasional.

Di sela-sela pelaksanaan Munas, Alexander juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah tokoh nasional yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan pencak silat, di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Ketua Umum Pencak Silat Militer, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Alexander, sinergi antara IPSI dan berbagai institusi negara menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai instrumen pemersatu bangsa yang mendapat dukungan luas dari berbagai elemen.

“Sinergi ini menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan instrumen pemersatu bangsa yang didukung penuh oleh berbagai elemen institusi negara,” katanya.

Alexander berharap Munas XVI PB IPSI menjadi momentum penting dalam memperkuat langkah organisasi untuk membawa pencak silat semakin dikenal dan berkembang di tingkat global. Ia juga optimistis olahraga bela diri asli Indonesia tersebut dapat diperjuangkan agar suatu saat masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang Olimpiade.

“Pencak silat adalah warisan bangsa dan kebanggaan dunia. Kami di Kalimantan Barat siap bekerja keras untuk memastikan prestasi atlet tidak berhenti di tingkat nasional, tetapi mampu menembus panggung olahraga dunia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.