Festival Syair Gulung Tanah Kayong Ditutup, Ketapang Pecahkan Rekor MURI Syair Gulung Terpanjang

oleh -38 Dilihat
oleh
banner 468x60

RUANG.IO, KETAPANG – Festival Syair Gulung Tanah Kayong resmi ditutup setelah Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura Kabupaten Ketapang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui bentangan naskah Syair Gulung sepanjang 151,85 meter.

Penutupan festival dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, di kawasan Pentas Keraton Matan Tanjungpura, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Sabtu 23 Mei 2026.

banner 336x280

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 Mei 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama pegiat budaya dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan warisan budaya daerah kepada generasi mendatang.

Pencapaian rekor MURI tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam pelaksanaan Festival Syair Gulung Tanah Kayong. Tradisi lisan khas Melayu Ketapang itu tidak hanya ditampilkan sebagai bagian dari pertunjukan budaya, tetapi juga didorong untuk mendapatkan ruang lebih luas di tingkat nasional.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo dalam sambutannya menegaskan bahwa Syair Gulung bukan sekadar rangkaian kata-kata indah, melainkan warisan budaya yang mengandung pesan moral dan nilai kehidupan.

“Syair Gulung bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi juga menyimpan pesan moral, sejarah, nasihat kehidupan, serta nilai persatuan yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Melayu,” tegas Alexander.

Menurutnya, keberhasilan festival tahun ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya masyarakat Tanah Kayong. Terlebih, tradisi tersebut memiliki nilai edukatif yang relevan untuk terus dikenalkan kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan era digital.

Ia menyebut, terdapat sejumlah capaian penting dalam pelaksanaan Festival Syair Gulung Tanah Kayong. Selain berhasil mencatatkan rekor MURI, festival tersebut juga menjadi ruang regenerasi budaya dengan melibatkan budayawan, pelajar, dan generasi muda.

Alexander berharap keterlibatan lintas generasi tersebut dapat memastikan Syair Gulung tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Berakhirnya festival ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal semangat baru untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Selain aspek pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mendorong agar Festival Syair Gulung Tanah Kayong dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan dengan jangkauan yang lebih luas.

Menurut Alexander, pengembangan festival berpotensi mendukung sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Ketapang.

Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan menjadi salah satu indikator tingginya perhatian terhadap pelestarian budaya daerah. Keterlibatan masyarakat, budayawan, pelajar, pemerintah daerah, serta berbagai pihak lainnya turut memperkuat penyelenggaraan festival tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Hakim Surya Putra, mengatakan pencapaian rekor MURI merupakan hasil kerja bersama berbagai elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, sponsor, relawan, hingga para pegiat budaya.

Festival Syair Gulung Tanah Kayong juga diramaikan berbagai perlombaan dan pertunjukan budaya. Di antaranya lomba kasidah, panahan tradisional, permainan uri gasing, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, hingga pembacaan Syair Gulung yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan.

Pada puncak acara, piagam Rekor Dunia MURI secara simbolis diserahkan oleh Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang. Penyerahan tersebut menjadi simbol bahwa pencapaian rekor tersebut merupakan kebanggaan bersama masyarakat Kabupaten Ketapang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.